Selasa, 01 Juli 2014

Bacalah Dirimu Maka Akan Mengerti Arti Hidup Mu..!!

Bacalah tentang dirimu, maka aku akan mengerti bahwa sesungguhnya dirimu adalah indah. Allah telah menciptakanmu dengan begitu teratur dan sempurna, maka dari itu berbanggalah menjadi muslimah dengan menjadi taat kepada Nya.

Dia tetap memeliharamu bahkan saat kau tidak mencintainya, Dia mengasihimu dan tetap memberikan kepadamu jatah rizki, bahkan disaat kau mengkhianatinya, dan Dia pun akhirnya memaafkan kesalahanmu saat kau bertaubat, walaupun selanjutnya kau mengulang kesalahan yang sama. Lagi dan lagi. Memang, menebus kecintaanNya adalah sangat mustahil dilakukan, maka satu- satunya cara untuk membalasnya adalah menjadi hamba yang baik untukNya. Walaupun itu memang sama sekali tidak menguntungkan atau merugikanNya, namun percayalah kesetiaan terhadap aturan dan JalanNya, akan selalu membawamu kepada kemuliaan seorang manusia.


Menjadi mulia...ternyata lebih mendamaikan bahkan dari pada sekedar mendapatkan gelar sebagai `kaya`. Lalu mengapa harus kau rendahkan dirimu sendiri dengan menyelisihi Allah sang Maha Penguasa, hanya demi memenuhi nafsu yang memenuhi rongga dadamu?.

Bacalah kewajibanmu, maka kau akan mengerti bahwa seorang wanita sangatlah dimuliakan Allah lewat sebuah hal yang bernama melayani. Dengan melayani keluarga dan suami, maka kau telah melekatkan sebuah keajaiban pada dirinya sendiri sebagai seorang wanita.

Kau yang dengan segala keringanan mengesampingkan kesenanganmu sendiri demi kebahagiaan yang lain. Ah Simpanan terbaik apalagi di dunia ini yang lebih selain seorang istri yang begitu sangat sholihah dan mencintai keluarganya diatas kepentingan dan kelegaan hatinya sendiri. Suami adalah kunci munuju surga, kehidupan terabadi ditempat yang paling indah. Subhanallah, semoga Akhirnya kehidupan terbaik disana bisa di peroleh.

Bacalah tentang kekuranganmu, maka kau akan mengerti cara tepat menjadikan dirimu hebat, tanpa harus menjadi dipaksakan untuk sempurna.Kesadaran tentang kekurangan itu akan menjadikan kau pribadi yang tidak sombong dihadapan Yang Maha segala apalagi dihadapan manusia.
Saat kau mengenal kekuranganmu, maka akan banyak kesempatan bagimu untuk melembutkan hati dan mengasah kasih sayangmu untuk selanjutnya kau sebarkan keindahan itu kepada seluruh dunia.

Bacalah tentang masa lalumu, maka kau akan mengerti betapa Allah sangat Maha penyayang dan mengasihimu. Allah menuntunmu kepada jalan yang terbaik walaupun kadang kau khianati.

Kasih sayangNya tiada batas, walau sering kali kita membatasi diri denganNya lewat dosa- dosa yang kau perbuat. Maka dari itu jangan tunda sujudmu, mohonkanlah ampunan atas jalan salah yang telah kau ukir dalam kebanggan berbuat dosa.

Bacalah setiap lembaran hidupmu, maka kau akan mengerti betapa Allah Subhanahu Wata'ala telah mengembankan kepadamu tugas yang berat dan indah, namun tidak melebihi kemampuanmu.

Kau adalah mampu, walaupun kau suka berputus asa dengan berkata tidak mampu. Kau adalah pemenang, walau sesekali terpuruk menjadi pecundang. Kau adalah Anugrah, maka jangan anggap dirimu sebagai sampah. Kau indah, bahkan terlalu indah untuk sekedar kau caci maki. Kau adalah hamba yang taat, walau sesekali kau salah jalan, namun lihatlah sang Maha Penolong masih tersenyum dalam keteledoran yang kau lakukan.

Dan yakinlah Dia akan selalu memaafkanmu, selama kau ikhlas meminta maaf. Lalu, atas alasan apa lagi kau harus menunda tobatmu, apakah kau perlu harus menyaksikan dahulu kemurkaaan Allah atasmu?

Tetaplah Pilihan dengan Keyakinan

Kriteria Memilih Calon Suami Yang Baik Menikah, satu kata ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pemuda ataupun pemudi yang sudah mencapai usia remaja. Remaja yang sudah mulai memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, akan memperhatikan pasangan yang diimpikan menjadi pasangan hidupnya. Sejenak waktu, hatinya akan merenda mimpi, membayangkan masa depan yang indah bersamanya. Saudariku muslimah yang dirahmati Allah, tentu kita semua menginginkan pasangan hidup yang dapat menjadi teman dalam suka dan duka, bersama dengannya membangun rumah tangga yang bahagia, sampai menapaki usia senja, bahkan menjadi pasangan di akhirat kelak. Diantara kriteria-kriteria yang hendaknya kita utamakan antara lain: 1. Memilih calon suami yang mempunyai agama dan akhlak yang baik, dengan hal tersebut ia diharapkan dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, mendidik anak, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan keluarga. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridho agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Tirmidzi, hasan) Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin ‘Ali, “Saya punya seorang putri, siapakah kiranya yang patut jadi suaminya ?” Hasan bin ‘Ali menjawab, “Seorang laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, sebab jika ia senang ia akan menghormatinya, dan jika ia sedang marah, ia tidak suka zalim kepadanya.” 2. Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasiq, yaitu orang yang rusak agama dan akhlaknya, suka berbuat dosa, dan lain-lain. “Siapa saja menikahkan wanita yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasiq, berarti memutuskan tali keluarga.” (HR. Ibnu Hibban, dalam Adh-Dhu’afa’ & Ibnu Adi) Ibnu Taimiyah berkata, “Laki-laki itu selalu berbuat dosa, tidak patut dijadikan suami. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang salaf.” (Majmu’ Fatawa 8/242) 3. Laki-laki yang bergaul dengan orang-orang sholeh. 4. Laki-laki yang rajin bekerja dan berusaha, optimis, serta tidak suka mengobral janji dan berandai-andai. 5. Laki-laki yang menghormati orang tua kita. 6. Laki-laki yang sehat jasmani dan rohani. 7. Mau berusaha untuk menjadi suami yang ideal, diantaranya: Melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan; memperlakukan istri dengan baik, mesra, dan lemah lembut; bersendau gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan; memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya; meringankan pekerjaan istri dalam tugas-tugas rumah tangga; tidak menyiarkan rahasia suami istri; memberi peringatan dan bimbingan yang baik jika istri lalai dari kewajibannya; memerintahkan istri memakai busana muslimah ketika keluar; menemani istri bepergian; tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat; menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya; memuliakan dan menghubungkan silaturahim kepada orang tua dan keluarga istri; memanggil istri dengan panggilan kesukaannya; dan yang terpenting bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah Ta’ala. Satu hal yang perlu kita ingat saudariku, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jangan pernah membayangkan bahwa laki-laki yang sholeh itu tidak punya cacat & kekurangan. Tapi, satu hal yang tidak boleh kita tinggalkan adalah ikhtiar dengan mencari yang terbaik untuk kita, serta bertawakal kepada Allah dengan diiringi do’a. Post By Maroji’: Ensiklopedi Wanita Muslimah. Haya bintu Mubaroh Al-Barik

Waktu Ku, Waktu Mu dan Waktu Kita

DEMI WAKTU...
WAKTU.... 

Waktu yang terlupa menabur bencana???? 
Satu TAHUN = 12 Bulan = 52 Minggu = 365 Hari = 8760 Jam = 525600 Menit = 31536000 Detik 
Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas) 
Pukul rata manusia meninggal ± 65 th 
“Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia” 
Laki-laki Baligh ±15 tahun , Wanita Baligh??? ± 12 tahun 
UsiaYang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus: 
MATI-BALIGH= sisa USIA……………..65-15= 50 tahun 

50 tahun digunakan untuk apa? 
Catatan: 
50 tahun = 18250 hari = 458000 jam 
12 jam siang hari , 12 jam malam hari , 24 jam satu hari satu malam 


Gambaran kotornya: Mari kita tela’ah bersama………! 
Waktu kita tidur ±8 jam/hari 
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam =16 tahun 7 bulan, di bulatkan jadi 17 tahun 

Logikanya:Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya 

Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit “TUMOR” 
Waktu aktivitas kita di siang hari ±12 jam 
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam = 219000 jam = 25 tahun 
Aktivitas disiang hari:Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain 
Waktu aktivitas santai atau rilexsasi ±4 jam 
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun 
Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan…… 
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun?? Plus plos/Balance 
Tidur……Ngelembur…Nganggur 

Lalu kapan Ibadahnya?????? 
Padahal manusia diciptakan-Nya? tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki illahi!!!!!!!!!!!!!!!!! 
“ Maut datang menjemput tak pernah bersahut 
Malaikat datang menuntut untuk merenggut 
Manusia tak kuasa untuk berbicara 
Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka” 
Memang benar!!!!! kuliah itu kibadah, kalau niat kuliahnya? untuk ibadah, lawong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah…………………… 
Memang benar!!!!!!!!! 

Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sanah sikut sinih, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang “jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya “ 
Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi saying hanya sekedar pernah…………… 
Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia……. 
Lalu kapan ibadahnya?????????????? 
Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup………..! 
Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga……… 
Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita!!!!!! 
Berapa sholat kita dalam 50 tahun?????? 
1x sholat = ± 10 menit …..5x sholat ± 1 jam 
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam = 2 tahun 
Kesimpulan:waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat………… 
2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita, itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima.. 
Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang disengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu 

kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa… 
Logika dari logikanya: 
Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian 

Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana….. 
Solusi: 
Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat!!!!!!! 
Ingat Akhirat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Manusia Lalai karena keinginan


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Surat At Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kautsar. Dinamai At Takaatsur (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At Takaatsur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya :

Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi, sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya. Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya; manusia akan ditanya di akhirat tentang nikmat yang dibangga-banggakannya. Surat ini mengemukakan celaan dan ancaman terhadap orang-orang yang bermegah-megahan dengan apa yang diperolehnya dan tidak membelanjakannya di jalan Allah. Mereka pasti diazab dan pasti akan ditanya tentang apa yang dimegah-megahkannya itu.

At-Takaatsur

001. (Telah membuat kalian lalai) atau telah melalaikan kalian dari taat kepada Allah (bermegah-megahan) yaitu saling bangga-membanggakan harta, anak-anak dan pembantu-pembantu.

002. (Sampai kalian masuk ke dalam kubur) hingga kalian mati dikubur di dalam tanah; atau hingga kalian menghitung-hitungbanyaknya orang yang telah mati.

003. (Janganlah begitu) kalimat ini mengandung hardikan dan cegahan (kelak kalian akan mengetahui.)

004. (Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui) akibat buruk dari perbuatan kalian itu di kala kalian menjelangkematian, kemudian sewaktu kalian telah berada di dalam kubur.

005. (Janganlah begitu) sesungguhnya (jika kalian mengetahui dengan pengetahuan yang yakin) tentang akibat perbuatankalian itu, niscaya kalian tidak akan lalai taat kepada Allah.

006. (Niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim) Jawab Qasamnya tidak disebutkan, yaitu niscaya kalian tidakakan sibuk dengan bermegah-megahan yang melalaikan kalian dari taat kepada Allah. Lafal Latarawunna pada asalnya adalah Latarawunanna, kemudian Lam Fi'il dan 'Ain Fi'ilnya dibuang, kemudian harakatnya diberikan kepada Wau, sehingga jadilahLatarawunna.

007. (Dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya) kalimat ayat ini mengukuhkan makna ayat sebelumnya (dengan pengetahuan yang yakin) lafal 'Ainal Yaqiin adalah Mashdar; demikian itu karena lafal Ra-aa dan lafal 'Aayana mempunyai arti yang sama.

008. (Kemudian kalian pasti akan ditanyai) lafal Latus-alunna dibuang daripadanya Nun alamat Rafa' karena berturut-turutnya huruf Nun, dibuang pula daripadanya Wawu dhamir jamak, tetapi bukan karena 'Illat atau sebab bertemunya kedua huruf yang disukunkan; bentuk asal daripada Latus-alunna adalah Latus-aluunanna (pada hari itu) yakni di hari kalian melihat neraka Jahim (tentang kenikmatan) yang kalian peroleh semasa di dunia, yaitu berupa kesehatan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman dan nikmat-nikmat lainnya. Artinya dipergunakan untuk apakah kenikmatan itu?

Wallahu A'lam

Satu Kunci



Dengan terbukanya satu pintu yang berkunci satu dengan ridho mu Insyaalloh pintu lainnya pun akan terbuka dengan sendiri Nya, Karena ridho MU.



kunci pagi 8 dan kunci malam 11, terimakasih dengan angka kau tunjukkan kesabarang dalam memberi.




Senin, 30 Juni 2014

Do'a-Do'a Dari 6 Nabi

Bismillahirohmanirrohim

Assalamualaikum Wr. Wb.

Di dalam Alquran yang suci, banyak dikisahkan tentang perjalanan dakwah para Nabi dan Rasul. Doa dan dzikir enam orang nabi yang termaktub di dalam alquran ini berbicara tentang doa dan dzikir yang dipanjatkan oleh para nabi sebagai bagian dari serangkaian kisah yang dialami oleh ke-enamnya. Para nabi itu adalah Ibrahim as, Yunus as, Ayyub as, Yusuf as, Zakariyya as. dan Sulaiman as.
Pernahkah kita bertanya bagaimana cara Nabi Ibrahim as. bisa selamat dari api yang disiapkan Raja Namrud? atau bagaimana caranya Nabi Yunus as. bisa keluar dari perut ikan besar di dasar samudera? atau bagaimana Nabi Ayyub as. mampu bertahan dan sembuh dari penyakitnya? lalu bagaimana Nabi Yusuf as. bisa keluar dari sumur di tengah padang pasir? dan bagaimana Nabi Zakariyya as. yang mandul dan telah hidup lama itu bisa memperoleh sorang anak? serta bagaimana nabi Sulaiman as. mendapat anugerah kerajaan yang sebelum dan sesudahnya tidak akan dimiliki oleh seorang manusia pun?

Saya ingin kita melihat kisah Nabi Yunus as, sampai pada satu titik perjuangan dakwahnya, beliau merasa putus asa akan sikap umatnya, padahal putus asa itu adalah hal yang tidak pantas dan dosa bagi manusia apalagi ia adalah seorang nabi. Beliau mendoakan kehancuran bagi umatnya dan berlari meninggalkan mereka. Oleh karena itu Allah menghukum beliau dengan cara ditelan oleh seekor ikan besar di samudera luas.
Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela karena meninggalkan kaumnya. (QS. Ash-Shafaat : 142)

Setelah berada di dalam perut ikan dalam waktu yang cukup lama beliau sadar dan berdoa kepada Allah swt. memohon ampun atas segala dosa. Allah SWT. tidak serta merta mengabulkan doanya, Kemudian Dia mengilhamkan kepadanya (Yunus as.) sebuah dzikir yang terkenal , La ilaha illa Anta, Subhana-ka inni kuntu minazh-zhalimin,

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”(QS. A-Anbiyya : 87).

Maka mulailah Yunus as. bermunajat dan berdzikir  kepada Allah SWT. sampai kemudian  Allah SWT. memperkenankan doanya dan terbebaslah dia dari dalam perut ikan itu.

Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.(QS. A-Anbiyya ayat 88).

Seandainya tanpa dzikir dan munajat tersebut, niscaya beliau masih berada di dalam perut ikan besar tersebut sampai hari kiamat.
Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,(QS Ash-Shafaat : 143).
niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (QS Ash-Shafaat : 144)

Kemudian kita lihat  bagaimana Nabi Ayyub as. yang bertahun-tahun menderita sakit, selama itu pula untaian dzikir dan doa mengalir dari mulutnya memohon kesembuhan. Dan Allah SWT mengilhamkan dzikir  ” Anni massaniyadh dhurru wa Anta Arhamur rahimin”
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS Al-Anbiyaa : 83)

Lalu dengan dzikir itulah Allah SWT mengabulkan doa beliau pada ayat 84.

Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.(QS Al-Anbiyaa : 84)

Lalu kita lihat kisah Nabi Zakariyya as. yang bertahun-tahun hingga hari tuanya hidup dalam kemandulan, padahal beliau sangat menginginkan seorang anak sebagai penerus risalahnya. Dalam tahun-tahun  kemandulannya beliau terus berdoa kepada Allah agar dikarunai seorang anak, sampai pada suatu ketika Allah mengilhamkan sebuah dzikir yang dengannya beliau bermunajat.

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.” (QS Al-Anbiyaa : 89).

selang beberapa lama Allah mengabulkan doanya dengan kelahiran  Yahya as.

Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.(QS Al-Anbiyaa : 89).
 Sedangkan Nabi Sulaiman bin Daud as. seorang nabi dan raja, Beliau dianugerahi Allah SWT. sebuah kerajaan dan kekuasaan yang tidak seorang pun menyamainya sebelum dan sesudahnya.

Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS Al-Anbiyaa : 81).
Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu, (QS Al-Anbiyaa : 82).
Seluruh kerajaan dan kekuasaan terhadap jin dan manusia ini diberikan oleh Allah melalui dzikir Al Wahhab (yang Maha Pemberi),
Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shaad : 35)

dan munajat itu dijawab oleh Allah SWT.
Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya,dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam,dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu.Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.(QS. Shaad : 36-39).
Adapun kisah Nabi Yusuf as. yang diceburkan ke dalam sumur di tengah padang  pasir oleh para saudaranya, Beliau bisa selamat karena sebuah dzikir yang diwahyukan Allah melalui malaikat Jibril as.

Allahumma inni asaluka bi anna lakalhamdu laa ilaaha illaa Antal mak nnanu badii’ussamaawaati  wal ardhi yaa dzaljalaali wal ikram, an tushalliya ‘alaa Muhammadin wa aali Muhammadin wa antaj’alalii min amrii farajan watarzuqanii min haitsu ahtasibu wamin haitsu laa ahtasibu.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu bahwa segala puji bagi-Mu, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Maha Pemberi, Pencipta langit dan bumi , wahai Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan adakanlah untukku dari setiap urusanku kelapangan dan jalan keluar; dan berilah aku rezeki dari arah yang aku sangka dan dari arah yang tidak aku sangka-sangka. (‘Uddah ad-da’i, Ahmad bin fahd al-Hilli)

Dan jawaban Allah atas doa dan dzikir beliau adalah seperti yang terdapat pada Surat Yusuf ayat 19,
Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: “Oh; kabar gembira, ini seorang anak muda!” Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.(QS. Yusuf :19)

Sedangkan di dalam sebuah riwayat, Nabi Ibrahim as. diselamatkan oleh Allah dari api yang dipersiapkan oleh raja namrud melalui dzikir yang tertulis pada  sebuah cincin yang diberikan oleh Allah SWT. Pada cincin itu tertulis enam buah kalimat dzikir, yaitu 1. Laa ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah) 2. Muhammadur-rasulullah (Muhammad adalah Rasul Allah) 3. Laa hawla wala quwwata  illa billahi (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) 4. Fawwadhtu amri ilallah (Aku serahkan urusanku kepada Allah) 5. Asnadtu zhahrii ilallah (Aku sandarkan pertolongan kepada Allah) 6. Hasbiyallah (Cukuplah Allah menjadi Penolongku).

Allah mewahyukan (melalui Malaikat Jibril as.) kepada Nabi Ibrahim as.,”Pakailah cincin ini, niscaya Aku akan menjadikan api ini dingin dan keselamatan bagimu!” (Maksudnya berdzikirlah dengan keenam kalimat itu). Maka api pun menjadi dingin dan selamat lah Nabi Ibrahim as.
Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”,(QS Al-Anbiyaa : 69).

Kalau kita perhatikan, bahwa Allah mampu  dan berkuasa untuk mengabulkan doa dan menyelamatkan para nabi-Nya tanpa harus melalui proses dzikir dan doa terlebih dahulu, Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. akan tetapi Allah SWT ingin dzikir dan doa tersebut menjadi alat bagi Kekuasaan dan Keagungan-Nya, yang tanpanya tidak akan akan penyelamatan, penerimaan taubat, pembebasan dan pilihan.

Kita lihat juga bahwa yang mampu menyelamatkan, menerima taubat, dan membebaskan para nabi itu adalah bukan kedudukan, iman dan amal salehnya mereka di mata Allah, melainkan dzikir dan doa yang telah dijadikan Allah sebagai kunci keselamatan dan penghilang bagi kedukaan dan kesusahan. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk terus berdzikir kepada Allah SWT. selalu mengingat-Nya adalah jalan keselamatan bagi manusia. Satu hal yang harus kita ketahui adalah bahwa dzikir itu merupakan intisari dari semua ibadah yang kita lakukan kepada Allah SWT. Hanya dengan berdzikir kepada Allah SWT. hati akan menjadi tenang dan bahagia, so jadilah orang yang bahagia lahir bathinnya dengan memperbanyak berdzikir kepada Allah SWT.

Wallahu ‘alam

Wassalamualaikum wr.wb.

IKHTIAR dan TAWAKAL

IKHTIYAR
Ust. Abdullah Nashih Ulwan, mejelaskan dua dimensi taqdir dari sudut pandang makhluk: taqdir yang musayyar [ yang hamba tidak ada ikhtiyar di dalamnya], dan taqdir yang mukhoyyar [yang hamba diharuskan berikhtiyar dan disediakan balasan atas ikhtiyarnya itu]. Atas sifat kasih sayang Allah, Dia memberikan potensi dan sarana yang sifatnya musayyar [akal, petunjuk, peluang, fisik, dsb] yang dengan potensi itu hamba harus berikhtiyar sehingga hadir ketentuan Allah yang terbaik untuk hamba-Nya. Dengan kata lain, usaha untuk memenuhi ketentuan sebab akibat itulah tempatnya ikhtiyar, adapun atas hasilnya tentu sesuai dengan qadar Allah yang kemudian kita dituntut untuk bertawakal.
:Firman Allah 
إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ ماَ بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِِِّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمْ؛ وَ إِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوْءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهِ مِنْ وَالٍٍٍٍ [الرعد:11]
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. Ar Ra’du:11
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ(18)
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Al Hasyr:18


TAWAKAL
Ust. Abu Bakar Jabir al Jazaairi menyampaikan:

“Tawakal bagi seorang muslim ialah perbuatan, dan harapan dengan disertai hati yang tenang, jiwa yang tenteram dan keyakinan yang kuat pasti terjadi, apa yang tidakbahwa apa yang dikehendaki Allah tidak menyia-nyiakandikehendaki-Nya tidak akan terjadi, dan Allah pahala orang yang berbuat baik.

[qadha’Karena orang Muslim mempercayai ketentuan-ketentuan Allah Allah] pada alam semesta, maka ia menyiapkan sebab-sebab yang diperlukan bagi semua perbuatannya, berusaha sekuat tenaga untuk menghadirkan sebab-sebab tersebut dan menyempurnakannya. Namun, ia tidak menyakini sebab-sebab adalah satu-satunya jaminan untuk tercapainya tujuan dan kesuksesan usaha. Adapun pencapaian hasil dan sukses, maka seorang Muslim menyerahkan nya kepada Allah, karena hanya Dia yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, Dia satu-satunya tempat bergantung! Dan bukan yang lainnya.
Hanya menggantungkan kepada sebab adalah kesyirikan sementara meninggalkan sebab yang diperlukan bagi perbuatannya padahal ia mampu menyiapkannya adalah kefasikan.”
setiap keluar rumah:Ini adalah kandungan doa Rasulullah 

بسم الله توكلت على الله ولا حول ولا قوة إلا بالله…

“ Dengan Asma Allah, aku bertawakal kepada Allah, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah..”
berfirman:Allah 

فـَـــإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ
“ Jikalau kau bersungguh-sungguh akan melakukan sesuatu, berserahlah kepada Allah.
وَ مَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya” At Thalaq:3

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” An Nahl:97

“Dan, barangsiapa mengerjakan amal-amal sholih danb dia dalam keadaan beriman, maka dia tidak akan khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak pula pengurangan haknya.” Thaha:112

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, pasti Ia jadikan baginya jalan keluar> Dan memberinya rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka”. At Thalaq:2-3